Anda ingin mendaftarkan usaha di OSS RBA, tapi bingung memilih kode KBLI yang tepat. Pilihan kode yang salah bisa berakibat fatal—mulai dari penolakan pengajuan NIB hingga perizinan usaha yang tidak sesuai dengan risiko kegiatan Anda. KBLI kode klasifikasi usaha bukan sekadar deretan angka, melainkan fondasi legalitas seluruh operasional bisnis Anda di Indonesia.
Sejak 18 Desember 2025, Indonesia resmi menggunakan KBLI 2025 sebagai klasifikasi baku lapangan usaha terbaru, menggantikan KBLI 2020. Perubahan ini membawa konsekuensi besar bagi pelaku usaha: kode usaha lama mungkin berubah, kategori baru muncul, dan struktur klasifikasi mengalami penyesuaian signifikan. Artikel ini akan membahas secara tuntas cara mencari dan membaca kode KBLI 2025, agar Anda tidak tersesat di tengah 1.559 kelompok usaha yang tersedia.
Baca Juga:
Apa Itu KBLI Kode Klasifikasi Usaha?
KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem klasifikasi resmi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengelompokkan beragam aktivitas ekonomi ke dalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan kesamaan karakteristik kegiatan. Setiap jenis usaha di Indonesia memiliki kode KBLI yang menjadi identitas resmi dalam berbagai administrasi: perizinan berusaha melalui OSS RBA, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaporan perpajakan, hingga penyusunan statistik ekonomi nasional.
KBLI kode klasifikasi usaha bukan sekadar kebutuhan administratif. Kode ini menentukan tingkat risiko usaha Anda, yang pada gilirannya menentukan jenis izin yang diperlukan—apakah cukup dengan NIB, atau memerlukan izin sektoral tambahan. Pemilihan kode yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara aktivitas riil dengan izin yang dimiliki, yang berisiko sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
Baca Juga:
Perubahan KBLI 2025: Apa yang Berbeda dari KBLI 2020?
Pemahaman tentang perubahan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 sangat penting, karena kode usaha Anda mungkin mengalami pergeseran. Perubahan KBLI 2025 diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 dan diundangkan pada 18 Desember 2025.
Perubahan struktural yang paling terlihat adalah bertambahnya jumlah kategori dari 21 (A–U) menjadi 22 kategori (A–V). Secara keseluruhan, KBLI 2025 terdiri dari 87 golongan pokok, 257 golongan, 519 subgolongan, dan 1.559 kelompok usaha. Jumlah kelompok usaha menyusut dari 1.789 pada KBLI 2020 menjadi 1.559 pada KBLI 2025—akibat restrukturisasi, penggabungan, maupun pemecahan kode.
Perubahan ini bukan sekadar angka. KBLI 2025 mengakomodasi aktivitas ekonomi baru yang belum tercakup dalam KBLI 2020, seperti jasa intermediasi platform digital, konten digital dan media kreatif (podcast, game, streaming), aktivitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage), serta energi terbarukan. Pembaruan ini merujuk pada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revision 5 yang direkomendasikan Komisi Statistik PBB pada 11 Maret 2024.
Tabel Perbandingan Struktur KBLI 2020 vs KBLI 2025
| Komponen | KBLI 2020 | KBLI 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kategori (huruf) | 21 (A–U) | 22 (A–V) | +1 |
| Golongan Pokok (2 digit) | 88 | 87 | -1 |
| Golongan (3 digit) | 245 | 257 | +12 |
| Subgolongan (4 digit) | 567 | 519 | -48 |
| Kelompok (5 digit) | 1.789 | 1.559 | -230 |
Cara Mencari KBLI Kode Klasifikasi Usaha yang Tepat
Mencari kbli kode klasifikasi usaha yang tepat membutuhkan pendekatan sistematis. Jangan hanya menebak atau memilih kode yang "kira-kira mirip"—kesalahan di level ini akan berdampak pada seluruh proses perizinan berikutnya.
1. Pahami Struktur Kode KBLI 5 Digit
Setiap kode KBLI terdiri dari 5 digit yang merepresentasikan hierarki klasifikasi dari umum ke spesifik:
- Digit 1–2 (Golongan Pokok): Menunjukkan sektor usaha utama, misalnya 01 untuk pertanian, 10 untuk industri makanan.
- Digit 3 (Golongan): Sub-sektor yang lebih spesifik dalam golongan pokok.
- Digit 4 (Subgolongan): Perincian lebih lanjut dari golongan.
- Digit 5 (Kelompok): Aktivitas usaha paling rinci—inilah kode KBLI yang sebenarnya Anda gunakan dalam pengajuan perizinan.
Sebagai contoh, kode 10771 pada KBLI 2020 tetap digunakan di KBLI 2025, meskipun mungkin mengalami perubahan diksi atau uraian. Sementara itu, beberapa kode mengalami perubahan signifikan—misalnya kode 66173 berubah menjadi 66152 pada KBLI 2025.
2. Manfaatkan Tabel Konversi KBLI 2020–2025
Bagi Anda yang sudah memiliki kode KBLI dari versi sebelumnya, tabel konversi KBLI 2020–2025 adalah alat paling penting. BPS merilis tabel ini pada April 2026 sebagai jembatan antara kedua klasifikasi. Tabel ini memungkinkan Anda menelusuri kesesuaian kode mulai dari kategori, golongan pokok, hingga kelompok usaha paling rinci pada tingkat lima digit.
Pola perubahan dalam tabel konversi terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Satu-ke-satu (one to one): Satu kode KBLI 2020 dipetakan langsung ke satu kode KBLI 2025.
- Pemecahan (split): Satu kode lama terpecah menjadi beberapa kode baru.
- Penggabungan (merge): Beberapa kode lama digabung menjadi satu kode baru.
3. Cari Berdasarkan Nama atau Kata Kunci Usaha
Jika Anda belum memiliki kode sama sekali, pendekatan paling praktis adalah mencari kode KBLI klasifikasi usaha berdasarkan nama atau kata kunci kegiatan usaha. Misalnya, jika usaha Anda bergerak di bidang pembuatan konten digital, Anda akan menemukan kode khusus untuk aktivitas seperti podcast audio dan video podcast yang sebelumnya tidak memiliki kode tersendiri.
Pencarian berbasis kata kunci ini idealnya dilakukan melalui direktori resmi BPS atau platform yang terintegrasi dengan database KBLI 2025. Hasil pencarian akan menampilkan daftar kode 5 digit yang relevan beserta uraian kegiatan usahanya.
Konsekuensi Kesalahan Pemilihan Kode KBLI
Memilih kbli kode klasifikasi usaha yang tidak tepat bukan sekadar kesalahan administratif ringan. Berikut konsekuensi yang mungkin Anda hadapi:
Pertama, ketidaksesuaian antara kode KBLI dengan aktivitas usaha riil dapat menyebabkan penolakan pengajuan NIB di sistem OSS RBA. Sejak 15 Juni 2026, sistem OSS-RBA telah menerapkan KBLI 2025 untuk seluruh permohonan perizinan baru. Sistem akan memverifikasi kesesuaian kode dengan uraian kegiatan yang Anda daftarkan.
Kedua, kode KBLI menentukan tingkat risiko usaha yang pada gilirannya menentukan jenis perizinan yang diperlukan. Kesalahan kode bisa membuat usaha Anda diklasifikasikan dalam tingkat risiko yang salah—terlalu rendah berarti Anda mungkin kehilangan izin yang seharusnya dimiliki, terlalu tinggi berarti Anda menanggung beban perizinan yang tidak perlu.
Ketiga, dalam jangka panjang, kesalahan kode KBLI dapat berdampak pada pelaporan perpajakan dan statistik usaha. Data usaha yang tidak akurat menyulitkan perencanaan bisnis dan kepatuhan regulasi.
Pelaku usaha yang lalai menyesuaikan kode KBLI-nya dengan versi 2025 berisiko mengalami kendala dalam proses perizinan di masa transisi maupun setelah implementasi penuh.
Masa Transisi KBLI 2025: Batas Waktu yang Perlu Anda Ketahui
Peraturan BPS 7/2025 mewajibkan pelaku usaha untuk menyesuaikan klasifikasi KBLI yang dimiliki dengan KBLI 2025 dalam waktu enam bulan sejak tanggal diundangkan (18 Desember 2025). Artinya, batas akhir penyesuaian adalah 18 Juni 2026.
Perizinan yang telah terbit sebelum 15 Juni 2026 tetap dinyatakan berlaku dan tidak memerlukan penyesuaian. Namun, untuk pengajuan baru, perubahan data usaha, atau perpanjangan izin setelah tanggal tersebut, kode KBLI 2025 menjadi satu-satunya acuan yang digunakan.
Bagi pelaku usaha yang masih menggunakan KBLI 2020, periode transisi ini adalah waktu kritis untuk melakukan pemetaan ulang (mapping) antara kode lama dan kode baru. Jangan menunggu hingga menit-menit terakhir—proses penyesuaian bisa memakan waktu, terutama jika kode usaha Anda mengalami perubahan struktural yang kompleks.
FAQ Seputar KBLI Kode Klasifikasi Usaha
Apa perbedaan utama antara KBLI 2020 dan KBLI 2025?
Perbedaan utama terletak pada jumlah kategori (bertambah dari 21 menjadi 22), jumlah kelompok usaha (dari 1.789 menjadi 1.559), serta penambahan kode untuk aktivitas ekonomi baru seperti konten digital, AI, dan carbon capture. KBLI 2025 juga merujuk pada ISIC Revision 5, sedangkan KBLI 2020 masih menggunakan referensi sebelumnya.
Bagaimana cara mengetahui apakah kode KBLI saya berubah di KBLI 2025?
Anda dapat menggunakan tabel konversi KBLI 2020–2025 yang dirilis BPS pada April 2026. Tabel ini memetakan setiap kode KBLI 2020 ke kode yang bersesuaian di KBLI 2025, baik yang bersifat satu-ke-satu, pemecahan, maupun penggabungan.
Apakah saya wajib mengganti kode KBLI jika izin usaha saya sudah terbit sebelum KBLI 2025 berlaku?
Tidak. Perizinan yang telah terbit sebelum 15 Juni 2026 tetap berlaku dan tidak memerlukan penyesuaian. Namun, untuk pengajuan baru, perubahan, atau perpanjangan setelah tanggal tersebut, Anda wajib menggunakan kode KBLI 2025.
KBLI 2025 kategori apa saja yang baru ditambahkan?
Penambahan kategori dari 21 menjadi 22 (A–V) mengakomodasi berbagai aktivitas ekonomi baru, termasuk jasa intermediasi platform digital, konten digital dan media kreatif (podcast, game, streaming), aktivitas penangkapan dan penyimpanan karbon, serta energi terbarukan.
Kesimpulan
KBLI kode klasifikasi usaha adalah fondasi legalitas bisnis Anda di Indonesia—mulai dari pengurusan NIB, perizinan melalui OSS RBA, hingga kepatuhan perpajakan. Dengan berlakunya KBLI 2025 sejak 18 Desember 2025, pelaku usaha wajib memahami perubahan struktur klasifikasi dan memastikan kode usahanya telah disesuaikan paling lambat 18 Juni 2026.
Kunci memilih kode yang tepat adalah memahami struktur 5 digit KBLI, memanfaatkan tabel konversi dari BPS, dan melakukan pencarian berbasis kata kunci yang akurat. Kesalahan pemilihan kode bukan sekadar masalah administratif—ia berdampak pada izin usaha, tingkat risiko, dan kepatuhan regulasi jangka panjang. Jangan tunda penyesuaian KBLI Anda hingga batas akhir masa transisi.
Untuk pendalaman lebih lanjut tentang struktur dan cara membaca kode KBLI, baca artikel panduan lengkap kami di Cara Membaca Kode KBLI. Jika Anda ingin memahami perubahan spesifik dari KBLI 2020 ke 2025, kunjungi Perubahan KBLI 2025.
Sumber & referensi
- Badan Pusat Statistik. (2025). Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Publikasi BPS.
- Badan Pusat Statistik. (2025). BPS Rilis Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Siaran Pers BPS.
- Badan Pusat Statistik. (2026). BPS Rilis Tabel Konversi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020-2025. Siaran Pers BPS.
- JDIH Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
- OSS RBA. (2026). Memahami Transisi KBLI 2025 dalam Ekosistem Perizinan Berusaha.