KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri: Skema 2020 vs 2025

KBLI pengelolaan air limbah industri berubah di KBLI 2025. Pahami perbandingan skema, tingkat risiko, dan persyaratan izin sebelum ajukan NIB.

Dwi Abdul Kholiq 21 Aug 2024 9 min read
KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri: Skema 2020 vs 2025

Bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor pengolahan limbah cair, memilih kode KBLI pengelolaan air limbah industri bukan sekadar urusan administratif. Kode inilah yang menentukan tingkat risiko usaha, jenis perizinan yang wajib dipenuhi, dan ruang lingkup kegiatan yang boleh dijalankan. Sejak KBLI 2025 resmi berlaku, lanskap klasifikasi untuk sektor ini mengalami perubahan signifikan yang perlu Anda pahami sebelum mengajukan NIB atau memperbarui perizinan.

Perubahan paling mencolok terjadi pada kode 37021 dan 37022. Kedua kode yang sebelumnya berdiri sendiri di KBLI 2020 kini digabung menjadi satu kode tunggal: 37002. Penggabungan ini bukan sekadar penomoran ulang. Ia membawa implikasi pada cakupan usaha, tingkat risiko, dan persyaratan perizinan yang harus dipenuhi.

Artikel ini membandingkan skema KBLI 2020 dan KBLI 2025 untuk pengelolaan air limbah industri. Fokusnya adalah membantu Anda memahami perbedaan mendasar antara kedua skema, sehingga Anda dapat menentukan langkah yang tepat. Pembahasan ini merupakan bagian dari tentang KBLI 2025 sebagai kerangka klasifikasi usaha nasional.

KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri: Perbandingan 2020 vs 2025

Di KBLI 2020, pengelolaan air limbah industri terbagi dalam dua kode utama. Kode 37021 mencakup Treatment dan Pembuangan Air Limbah Tidak Berbahaya. Kode 37022 mencakup Treatment dan Pembuangan Air Limbah Berbahaya. Kedua kode ini memiliki uraian kegiatan yang mirip, tetapi dibedakan berdasarkan karakteristik limbah yang diolah.

KBLI 2025 mengubah struktur tersebut. Kedua kode dilebur menjadi 37002 dengan judul "Pengolahan dan Pembuangan Air Limbah". Kode baru ini mencakup pengoperasian fasilitas pengolahan air limbah, pengolahan air limbah melalui saluran, serta pembersihan saluran air limbah dan saluran pembuangannya.

Perbedaan mendasar terletak pada cakupan. Kode 37002 kini mencakup air limbah tidak berbahaya maupun berbahaya. Artinya, pelaku usaha yang sebelumnya hanya menangani satu jenis limbah kini dapat memperluas layanan tanpa harus mengajukan kode tambahan. Namun, perluasan cakupan ini juga membawa konsekuensi pada persyaratan teknis yang harus dipenuhi.

Selain penggabungan kode, KBLI 2025 juga memperkenalkan kode 37001 untuk Pengumpulan Air Limbah. Kode ini mencakup kegiatan pengumpulan dan pengangkutan air limbah dari sumber—rumah tangga atau unit industri—melalui jaringan perpipaan atau kendaraan pengangkut. Pemisahan ini memberikan kejelasan lebih baik antara kegiatan pengumpulan dan pengolahan.

Aspek KBLI 2020 KBLI 2025
Kode pengolahan air limbah 37021 (tidak berbahaya), 37022 (berbahaya) 37002 (mencakup keduanya)
Kode pengumpulan air limbah Tidak terpisah 37001
Judul kode Treatment dan Pembuangan Pengolahan dan Pembuangan
Cakupan Terbatas pada satu jenis limbah Mencakup limbah berbahaya dan tidak berbahaya

Tabel di atas adalah contoh perbandingan. Untuk konversi kode spesifik yang Anda miliki, rujuk pada tabel konversi resmi BPS atau fitur pencarian konversi di OSS.

Dampak Perubahan Skema KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri terhadap Risiko

Tingkat risiko usaha adalah konsekuensi paling langsung dari perubahan KBLI pengelolaan air limbah industri. Di KBLI 2020, kode 37022 untuk air limbah berbahaya dikategorikan sebagai usaha risiko tinggi. Kode 37021 untuk air limbah tidak berbahaya memiliki risiko yang lebih rendah.

Setelah penggabungan menjadi 37002, tingkat risiko yang berlaku adalah risiko menengah tinggi. Ini berarti pelaku usaha yang sebelumnya hanya menangani air limbah tidak berbahaya kini menghadapi persyaratan yang lebih ketat karena cakupan kode yang lebih luas.

Dari sisi perizinan, KBLI 37002 mensyaratkan NIB dan Sertifikat Standar yang diverifikasi kementerian sebelum perusahaan dapat menagih klien. NIB hanya berlaku untuk tahap persiapan. Perusahaan tidak dapat beroperasi secara komersial sampai Sertifikat Standar terverifikasi diterbitkan.

Persyaratan teknis yang harus dipenuhi meliputi Persetujuan Teknis Pembuangan dan/atau Pemanfaatan Air Limbah. Dokumen ini memuat standar teknis pemenuhan baku mutu air limbah dan standar kompetensi sumber daya manusia yang mengelola instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Bagi perusahaan yang sebelumnya memegang kode 37021, perubahan ini menuntut penyesuaian. Perusahaan perlu memastikan fasilitas IPAL-nya mampu mengolah air limbah sesuai parameter baku mutu yang berlaku. Jika tidak, perusahaan harus melakukan upgrade fasilitas atau membatasi layanan pada jenis limbah yang benar-benar mampu diolah.

Untuk memahami bagaimana KBLI 2025 secara keseluruhan mengubah lanskap perizinan, Anda dapat merujuk pada pembahasan perubahan KBLI 2025 yang mencakup seluruh kategori usaha.

Risiko Ketidaksesuaian KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri

Memilih kode KBLI pengelolaan air limbah industri yang tidak sesuai dengan kegiatan usaha aktual membawa risiko yang tidak sepele. Risiko pertama adalah penolakan pengajuan NIB atau Sertifikat Standar. Verifikator akan memeriksa kesesuaian antara kode yang dipilih dan uraian kegiatan yang Anda cantumkan.

Risiko kedua adalah sanksi administratif di kemudian hari. Jika perusahaan beroperasi dengan kode yang tidak sesuai, pengawas dapat menghentikan kegiatan usaha dan meminta perusahaan mengurus kode yang benar. Proses perbaikan ini memakan waktu dan biaya.

Risiko ketiga adalah ketidaksesuaian dengan persyaratan lingkungan. Setiap kode KBLI memiliki persyaratan teknis yang berbeda. Jika Anda memilih kode 37002 tetapi hanya memiliki IPAL untuk air limbah tidak berbahaya, Anda melanggar ketentuan pemenuhan baku mutu.

Risiko keempat adalah kesulitan dalam tender atau kerja sama bisnis. Pemberi kerja sering mensyaratkan kode KBLI tertentu sebagai bukti kompetensi. Jika kode Anda tidak sesuai, Anda kehilangan peluang mengikuti tender atau kemitraan strategis.

Untuk menghindari risiko ini, pastikan Anda memahami secara detail uraian kegiatan pada setiap kode. Panduan cara membaca kode KBLI membantu Anda menafsirkan struktur kode dengan benar.

Standar Teknis dan Persetujuan Lingkungan yang Wajib Dipenuhi

Pengelolaan air limbah industri tidak hanya soal kode KBLI. Ada standar teknis dan persetujuan lingkungan yang wajib dipenuhi agar operasional usaha sah secara hukum. Standar ini bersumber dari regulasi sektoral yang lebih spesifik.

Landasan utamanya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 130 menegaskan bahwa penanggung jawab usaha yang menghasilkan air limbah wajib mengolah air limbah sehingga memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan.

Setiap pelaku usaha yang membuang air limbah ke sumber air wajib memiliki izin pembuangan air limbah. Izin ini diterbitkan melalui sistem OSS berdasarkan persetujuan teknis yang dikeluarkan oleh instansi lingkungan hidup setempat. Persetujuan teknis memuat standar teknis pemenuhan baku mutu dan standar kompetensi SDM pengelola IPAL.

Untuk industri tertentu, baku mutu air limbah diatur secara spesifik. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 16 Tahun 2019, misalnya, menetapkan baku mutu khusus untuk industri tekstil. Industri lain memiliki peraturan baku mutu tersendiri yang harus dirujuk.

Dari sisi kompetensi SDM, PP 22/2021 mensyaratkan adanya tenaga teknis ahli pengolahan limbah. Jika perusahaan belum memiliki tenaga ahli, perusahaan wajib menggunakan jasa bimbingan dari instansi yang bertanggung jawab. Persyaratan ini menjadi bagian dari penilaian dalam penerbitan persetujuan teknis.

Praktik terbaiknya adalah memetakan seluruh persyaratan teknis sebelum mengajukan NIB atau perubahan kode. Pastikan IPAL yang dimiliki mampu memenuhi baku mutu untuk seluruh parameter yang relevan dengan jenis air limbah yang diolah.

Strategi Menyesuaikan KBLI Pengelolaan Air Limbah Industri dengan Bisnis

Menghadapi perubahan skema KBLI pengelolaan air limbah industri, pelaku usaha memiliki beberapa opsi strategis. Opsi pertama adalah migrasi penuh ke kode 37002. Ini adalah jalur yang paling komprehensif karena mencakup seluruh jenis air limbah.

Opsi kedua adalah mempertahankan fokus pada pengumpulan air limbah melalui kode 37001. Jika bisnis Anda lebih banyak bergerak di pengangkutan dan pengumpulan, kode ini lebih sesuai. Namun, Anda tidak dapat menawarkan layanan pengolahan tanpa kode 37002.

Opsi ketiga adalah kemitraan dengan perusahaan lain yang memiliki kode 37002. Model ini memungkinkan Anda tetap fokus pada pengumpulan, sementara mitra menangani pengolahan. Pendekatan ini cocok untuk usaha yang ingin memulai tanpa investasi besar pada fasilitas IPAL.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaudit kode KBLI yang Anda miliki saat ini. Bandingkan dengan kegiatan usaha aktual. Jika ada kesenjangan, tentukan kode 2025 yang paling tepat. Gunakan fitur konversi di OSS untuk melihat padanan kode lama Anda.

Langkah kedua adalah menilai kesiapan fasilitas dan SDM. Apakah IPAL Anda mampu mengolah air limbah berbahaya jika Anda memilih kode 37002? Apakah Anda memiliki tenaga teknis ahli yang dipersyaratkan? Jika belum, susun rencana peningkatan kapasitas.

Langkah ketiga adalah memperbarui dokumen lingkungan jika diperlukan. Perubahan cakupan usaha dapat memicu kebutuhan untuk memperbarui persetujuan teknis atau izin pembuangan air limbah. Koordinasikan dengan instansi lingkungan hidup setempat untuk memastikan seluruh dokumen selaras.

Untuk memahami bagaimana perubahan KBLI berdampak pada kategori lain di luar air limbah, Anda dapat menelusuri pencarian KBLI kategori yang menyediakan pemetaan lengkap seluruh kategori usaha.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa kode KBLI 2025 untuk pengelolaan air limbah industri?

Kode utama untuk pengolahan dan pembuangan air limbah adalah 37002. Kode ini mencakup air limbah berbahaya dan tidak berbahaya. Untuk kegiatan pengumpulan dan pengangkutan air limbah, kode yang berlaku adalah 37001.

Apakah kode 37021 dan 37022 masih berlaku di KBLI 2025?

Tidak. Kedua kode tersebut dilebur menjadi 37002 dalam KBLI 2025. Izin usaha yang diterbitkan berdasarkan kode lama tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir, tetapi pengajuan baru dan perubahan data harus menggunakan kode 37002.

Apa tingkat risiko KBLI 37002?

KBLI 37002 dikategorikan sebagai usaha risiko menengah tinggi. Ini berarti pelaku usaha wajib memiliki NIB dan Sertifikat Standar terverifikasi sebelum dapat beroperasi secara komersial. Persetujuan teknis pemenuhan baku mutu air limbah juga menjadi persyaratan yang harus dipenuhi.

Apakah saya perlu memperbarui izin jika beralih dari kode lama ke 37002?

Jika Anda hanya melakukan perubahan kode dalam sistem OSS, izin yang sudah ada umumnya tetap berlaku selama tidak ada perubahan cakupan usaha. Namun, jika perluasan cakupan menuntut pemenuhan persyaratan teknis baru, Anda perlu memperbarui persetujuan teknis dan izin pembuangan air limbah.

Kesimpulan

Perbandingan skema KBLI 2020 dan 2025 untuk pengelolaan air limbah industri menunjukkan perubahan yang signifikan. Penggabungan kode 37021 dan 37022 menjadi 37002 membawa konsekuensi pada cakupan usaha, tingkat risiko, dan persyaratan perizinan. Pelaku usaha perlu memahami perbedaan ini agar dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan tepat.

Mulailah dengan mengaudit kode KBLI yang Anda miliki saat ini. Tentukan apakah kode 37002 atau 37001 yang paling sesuai dengan kegiatan usaha Anda. Pastikan fasilitas dan SDM memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan. Jika Anda memerlukan pendampingan dalam menyesuaikan KBLI pengelolaan air limbah industri dengan regulasi terbaru, konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim kbli2025.com untuk mendapatkan panduan yang sesuai.

Sumber & referensi

Bagikan Informasi: WhatsApp LinkedIn

Jaminan Kepatuhan & Kerahasiaan Korporasi

Informasi dalam publikasi ini disusun untuk edukasi & panduan resmi. Seluruh layanan pendampingan & konsultasi legalitas kbli2025.com dilaksanakan secara profesional, terakreditasi, dan mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.